Kategori
Sains

Ajaib, Ini Objek Foto Tertua di Dunia

JAKARTA – Dunia fotografi meninggalkan sebuah mahakarya dengan foto tertua di dunia. Objek pertama yang diabadikan dengan kamera dikaitkan dengan penemuan kamera pertama. Faktanya, foto pertama baru diambil pada tahun 1826. Sebuah contoh menarik dari sebuah objek fotografi membawa kembali kenangan Perancis abad ke-18.

Joseph, seorang pionir fotografi, mengabadikan sebuah bangunan abad ke-18 sebagai subjek fotografinya. Meski usia objeknya hampir 300 tahun, uniknya foto ini diabadikan dengan menggunakan teknologi fotografi termodern saat itu.

Namun jika dirunut lebih dalam, ada benda-benda yang telah diabadikan lebih dalam oleh umat manusia. Objek ini tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah, namun juga mencerminkan keajaiban teknologi fotografi modern.

Tanpa perlu melakukan zoom out, barang antik tersebut memperlihatkan suasana luar angkasa yang ditangkap oleh lensa canggih Teleskop James Square. Dalam foto ini terlihat Galaxy Z3 yang diperkirakan berusia 13,5 miliar tahun.

Padahal jarak Bumi ke galaksi Z3 adalah 33 miliar tahun cahaya. Artinya, dibutuhkan waktu 33 miliar tahun agar cahaya dari galaksi ini mencapai mata manusia. Ini menjadikannya bukan hanya objek tertua yang pernah difoto, tapi juga terjauh. Ini merupakan pencapaian luar biasa dalam dunia astrofotografi. Hal ini membuat manusia merenungkan luasnya alam semesta dan kemajuan teknologi yang memungkinkan untuk melihat jejak waktu lebih jauh.

Galaxy Z3 menjadi saksi bisu perjalanan panjang alam semesta sejak Big Bang. Melalui cahaya yang telah menempuh perjalanan selama miliaran tahun, Anda dapat melihat struktur dan pembentukan bintang, menelusuri perjalanan waktu.

Pencapaian fotografi ini mencerminkan pencapaian luar biasa dalam perkembangan teknologi teleskop. Teleskop James Square memungkinkan para ilmuwan dan pengamat langit menjelajahi kegelapan ruang angkasa dengan detail yang menakjubkan. Teknologi ini membantu menjangkau titik terjauh di alam semesta, membuka jendela pengetahuan baru dan pemahaman lebih dalam tentang alam semesta.

MG/Galih Rio Rivaldo